Karena mata kita 90% digunakan untuk melihat hal-hal diluar pribadi, maka
tidak banyak hal unik tentang diri sendiri yang bisa diceritakan. Andai saja di tiap liku hidup terletak cermin untuk mengamati
bagaimana expresi diri menyikapi tiap peristiwa, maka banyak tinta yang
akan habis untuk mendeskripsikan expresi itu.
Aku ingin menceritakan tentang seorang gadis pembawa payung hitam, namanya Elisabeth Toding. Keunikan itu terkadang tercipta karena kontradiksi antara wujud dan makna asal suatu objek, misalnya 'warna hitam' yang senantiasa dikonotasikan untuk sesuatu yang kelam, suram, atau duka. Pada satu momen tertentu kita dapati malah warna hitam itulah yang membesitkan sinar. Contoh lainnya ketika kita mendengar kata 'Toraja', maka yang membayang di kepala ialah tradisi pemakamannya, kematian, tapi pada satu momen juga bisa menginspirasi kehidupkan. Ajaib bin aneh.
0 Response to "PAYUNG HITAM DARI TORAJA"
Post a Comment